Ada sebuah wilayah terpencil di Antartika yang terisolasi dari cahaya
selama ribuan tahun lamanya. Tak ada seorang pun yang tahu apa yang ada
di balik perairan yang beku dan gelap itu.
Hingga akhirnya pada
Juli tahun 2017, gunung es raksasa memisahkan diri dari lapisan es yang
disebut dengan A-68 atau Larsen C. Area yang awalnya tertutup es itu pun
menyingkap dasar laut seluas 5.800 kilometer persegi yang selama
120.000 tahun tak pernah menikmati siraman cahaya matahari.
Dan
kabar baiknya, kita tak perlu menunggu lebih lama lagi untuk mengetahui
ekosistem laut di wilayah tersebut. Pekan ini, tim ilmuwan yang dipimpim
oleh British Antarctic Survey (BAS) bertolak kesana untuk menelitinya.
Peneliti
memang berlomba untuk sesegera mungkin mengeksplorasi dunia tersembunyi
itu. Mereka kuatir paparan sinar matahari akan mengubah ekosistem
disana dengan cepat.
"Kami benar-benar tidak tahu apa yang ada
dibawahnya karena tertutup lapisan es tebal ratusan meter," kata Katrin
Linse, ahli Biologi yang terlibat ekspedisi itu seperti dikutip dari Science Alert, Selasa (13/2/2018).
"Sangat
penting kita sampai di sana dengan cepat sebelum lingkungan bawah laut
berubah saat sinar matahari memasuki air dan spesies baru mulai
berkoloni," katanya.
Linse dan rekan-rekannya akan berangkat menuju Kepulauan Falkland terlebih dahulu dan selanjutnya bergerak ke titik tujuan.
Perlu diketahui, lokasi dunia tersembunyi itu begitu terpencil. Tapi peneliti tetap mengambil risiko untuk mencapainya.
"Larsen
C berada jauh di selatan dan ada banyak es di daearah tersebut. Tapi
ekspedisi ini adalah hal yang penting bagi sains. Jadi kami akan
berusaha untuk mendapatkan hasil yang terbaik," ujar David Vaughan,
direktur BAS.
Jika tiba tepat waktu, bisa jadi peneliti akan melihat bagaimana sebuah ekosistem terbentuk atau berkembang.
Sebelumnya
peneliti sudah memiliki hipotesis mengenai kehidupan di bawah lapisan
es ini. Mereka menyebut, kemungkinan ada kemiripan dengan ekosistem
lautan dalam. Ada fitoplankton dan zooplankton yang menjadi makanan
penting.
Kini tinggal selangkah lagi untuk menguji hipotesis mereka.
Pada
pelayaran selama tiga minggu, para peneliti akan mengumpulkan makhluk
hidup yang hidup di dasar laut, seperti mikroba dan plankton, sedimen
serta sampel air.
Selain itu mereka juga akan mendokumentasikan bukti mamalia baru atau burung yang mungkin telah berimigrasi ke perairan terbuka.
Meski mengaku sama sekali tak ada gambaran dengan apa yang ada di lokasi, para peneliti antusias dengan ekspedisi ini.
"Kami
pergi ke daerah di mana kami tidak tahu apa yang akan kami temukan dan
ini adalah hal yang menarik. Tapi kami berharap akan menemukan hal yang
luar biasa," papar Linse.
Dan yang pasti perjalanan tersebut
merupakan kesempatan langka yang harus segera dimanfaatkan, sebab
jendela observasional alami semacam itu terkadang membutuhkan waktu
10.000 tahun untuk terbuka.
Artikel ini telah diterbitkan di Kompas.com dengan judul Ekspedisi Dunia Tersembunyi Antartika Berlanjut, Ada Apa di Sana?
Jangan lihat masa lampau dengan penyesalan, jangan pula lihat masa depan dengan ketakutan, tapi lihatlah sekitarmu dengan penuh kesadaran. (James Thurber)
Adsense
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Cara Mengatasi Windows 10 Gagal Booting
Salah satu masalah yang sering menjadi kegelisahan pengguna komputer khususnya pengguna windows 10 adalah terjadinya error windows 10 yaitu...
-
Di pinggir kota Stockholms, bus mini yang menyetir diri sendiri ini dapat menjadi angkutan umum di masa depan. Bukannya mempunyai sopir, bu...
-
Kemampuan untuk berkomunikasi dengan hewan peliharaan tampaknya tidak akan lagi sekadar impian atau plot cerita fiksi. Sebab pada 2017, se...
-
ayangkan jika kita bisa berjalan-jalan di dalam replika virtual sel tubuh kita sendiri. Hal seperti ini sudah menjadi kenyataan, berkat tek...
No comments:
Post a Comment